kutatap mentari pagi ini
kulihat di ufuk timur yang cerah
sesosok bayang yang terduduk lesu
tunduk menatap tanah
seberkas bening kaca tertahan di matanya
dan kemudian jatuh berhamburan
wajah yang menunjukkan kemuraman
untuk menatap kedepan
kuhampiri dirinya
senyum kecil merekah di bibirnya
namun wajah itu tetaplah sama
cahaya bahagia tak nampak padanya
kenapa engkau bersedih sobat?
lihatlah mentari masih bisa bersinar
langkahkanlah kaki-kaki kecilmu
jangan biarkan duri-duri menghalangimu
jangan biarkan sebuah senyum
yang melekat di bibirmu
itu hilang sirna
dan tertutup oleh semua nestapamu
ayolah bangkit sobat
diriku akan selalu disampingmu
memapahmu jika kau jatuh
tampakkanlah semangatmu lagi
0 komentar:
Posting Komentar